Semua para Anbia’
bermula daripada Adam a.s. membawa risalah tauhid yang satu yang tidak pernah
bercanggah antara nabi-nabi sehingga
kepada nabi yang terakhir Nabi Muhammad s.a.w. Firman Allah:
Rasul
telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian
pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka
mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang
lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan
kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada
Engkaulah tempat kembali."1
Agama yang dibawa oleh para-para nabi
merupakan agama yang suci yang dikenali sebagai Islam. Walaupun pun syariat
berbeza mengikut kaum mereka tetapi aqidahnya satu. Firman Allah taala:
Sesungguhnya
agama (yang diredhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang
yang telah diberi Al Kitab[kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al Quran]
kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, kerana kedengkian (yang ada)
di antara mereka. Barangsiapa yang kufur terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya
Allah sangat cepat hisab-Nya.2
Firman
Allah taala:
Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang
Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus (jauh dari syirik (mempersekutukan
Allah) dan jauh dari kesesatan) lagi berserah diri (kepada Allah) dan
sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.3
Tiada ulasan:
Catat Ulasan